Rabu, 01 Juli 2015

Keluarnya Al-Masih Ad-Dajjal

2. Keluarnya Al-Masih Ad-Dajjal

 Orang tersebut mengaku tuhan dan diikuti oleh kaum Yahudi bahkan itulah yang mereka tunggu-tunggu untuk menguasai dunia pada zaman tersebut.
kemampuan seperti:
·         melimpahkan kekayaan bagi orang yang mempercayainya
·         dan melenyapkan keduniaan dari orang-orang yang menolaknya;
·         tunduknya perbendahaan bumi terhadapnya dan patuhnya langit terhadap perintahnya untuk menurunkan hujan sehingga turunlah hujan;
·         Patuhnya bumi ketika diperintahkan untuk menumbuhkan tumbuhan
·         menghidupkan kembali orang


·         Bahwa orang tersebut buta sebelah matanya ;
·         tertulis diantara kedua matanya tulisan (red. ka fa
·         ra) yang dapat dibaca oleh setiap orang yang beriman, baik yang dapat
·         menulis maupun tidak.

·         "..Ia seorang pemuda yang berambut ikal,
·         Matanya cekung,
·         Barang siapa diantara kalian yang bertemu dengannya hendaklah mambacakan awal-awal Surat Al-Kahfi.
·         Orang tersebut akan muncul dari antara Syam dan Irak, Lalu menyebarkan kerusakan ke kiri dan ke kanan.
·         "Wahai Rasulullah, berapa lama ia tinggal di bumi?" Beliau menjawab, "Empat puluh hari, dimana salah satu harinya selama setahun, satu hari lainnya selama sebulan dan satu hari lainnya lagi
·         "Bagaimana perjalanannya dimuka bumi?". Beliau menjawab, "Seperti  rintik hujan yang diterpa angin; ia datang pada suatu kaum lalu menyeru mereka maka mereka pun mempercayainya dan mematuhinya;
·         ia memerintahkan langit lalu langitpun menurunkan hujan;
·         ia pun memerintahkan bumi lalu bumi pun menumbuhkan tumbuhan,
·         kemudian dipenghujung harinya ternak mereka pulang kepada mereka dalam keadaan lebih panjang punuknya dan lebih panjang kantong kelenjar susunya (karena banyak mengandung susu) serta lebih gemuk (karena lebih kenyang).
·         Kemudian ia mendatangi kaum yang lain dan menyeru mereka tapi mereka menolak perkataannya, lalu ia meninggalkan mereka, tiba-tiba saja mereka kehilangan harta bendanya sehingga tidak ada lagi yang dimiliki.
·         Kemudia ia memanggil seorang laki-laki kekar yang masih muda belia lalu menghantamnya dengan pedang sehingga terbagi menjadi dua bagian yang terhempas dibumi;
·         kemudia ia memanggilnya lagi, tiba-tiba saja orang yang telah mati itu bangkit dan wajahnya tersenyum.

·         Pada saat itulah Allah mengutus Al-Masih Isa bin Maryam, beliau pun turun disuatu menara putih sebelah timur Damaskus dengan mengenakan dua pakaian putih sementara kedua tangannya diletakkan diatas sayap dua malaikat.
·         Jika beliau memanggutkan kepalanya, lalu meneteslah air,
·         dan jika mengangkatnya keluarlah butiran air seperti permata, sehingga tidak ada
·         seorang kafir pun yang mencium aroma dirinya kecuali ia mati,
·         sedangkan nafasnya merebak sejauh pandangannya. Lalu beliau mengejar dajjal dan mendapatkannya di pintu Ludd (7), lalu beliau membunuhnya."
·         "Dajjal diikuti oleh tujuh puluh ribu Yahudi Ashbahan yang mengenakan pakaian kebesaran"

·         "Tidak ada suatu negeri pun kecuali pasti dihampiri dajjal, kecuali Makkah
·         dan Madinah, tidak ada satu sudutpun dari sudut-sudutnya kecuali ada dua

·         barisan malaikat menjaganya."

Keluarnya Al-Mahdi

Keluarnya Al-Mahdi

yaitu sesorang yang diutus Allah Subhana Wata'ala di akhir jaman saat manusia saling bertikai, Saat itu manusia saling berbuat kecurangan dan kezhaliman, maka Al-Mahdi mengisi dunia dengan keadilan dan kejujuran dengan menjadi seorang khalifah yang bijaksana dan adil, mengurusi umat ini dan menerapkan syari'at Islam

•             Namanya sesuai dengan nama Rasulullah SAW dan nama bapaknya sama dengan nama  Bapak  Rasulullah SAW,                 keningnya lebar , dan hidungnya mancung, Ia keluar dari arah timur menuju Makkah dari Madinah dengan berlari, di bai'at diantara sisi Ka'bah dan Maqam Ibrahim, dikirim tentara untuk membunuhnya namun mereka dibenamkan,  penghuni langit dan bumi rela terhadapnya, pada zamannya akan turun dajjal dan Isa AS dari langit, Dia tidak terjaga dari kesalahan dan dia -menurut Ahlus Sunnah- tidak lebih, Dunia ini tidak akan Kiamat hingga Arab diperintah oleh seorang laki-laki dari keturunanku yang namanya sesuai dengan namaku, Al-Mahdi berasal dari keturunanku, dari anak fatimah,  Ia berkuasa selama tujuh tahun. 

Tanda Kiamat Besar

Tanda-tanda Kiamat Besar
1.            Keluarnya Al-Mahdi
2.            Keluarnya Al-Masih Ad-Dajjal
3.            Turunnya Isa Bin Maryam
4.            keluarnya Ya'juj dan Ma'juj
5.            terbitnya matahari dari tempat terbenamnya

6.            keluarnya api dari dasar buku Aden (salah satu kota di Yaman) 

Senin, 29 Juni 2015

MENGALAHKAN DAJJAL

GAGASAN NABI SAW UNTUK MENGALAHKAN DAJJAL DENGAN DALIL.

Jika Hadits itu kita baca dengan teliti, niscaya akan bertambah jelas apa yang dimaksud dengan membunuh Dajjal,

Hadits-hadits itu berbunyi sbb:
 "Apabila ia (Dajjal) muncul, dan aku ada di tengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil, dan apabila ia muncul sedangkan aku tak ada di tengah-tengah kamu hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, hal. 2076).

 Hadits lain lagi berbunyi sbb: "Maka apabila ia (Dajjal) muncul dan aku ada ditengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil atas nama kaum Muslimin; akan tetapi apabila ia muncul
sesudahku, hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia atas nama sendiri" (kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2025 dan 2079).

Hadits-hadits tersebut menerangkan seterang-terangnya bahwa apabila Dajjal muncul di zaman Nabi SAW, beliau akan mengalahkan dia dengan dalil.

 Ini menunjukkan bahwa membunuh Dajjal berarti memberantas kejahatan Dajjal;

oleh karena Dajjal menyesatkan manusia dengan tipu-muslihatnya yang halus dan dengan menimbulkan keragu-raguan dalam batin manusia, maka kejahatan Dajjal hanya dapat diberantas dengan dalil.

Maka dari itu, Nabi SAW bersabda bahwa beliau akan mengalahkan Dajjal dengan dalil.

Demikian pula terbunuhnya Dajjal oleh Al-Masih, ini harus diartikan seperti dikalahkannya Dajjal oleh Nabi Suci dengan dalil.

dengan perkataan lain, Al-Masih juga akan mengalahkan Dajjal dengan dalil atau menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dengan jalan dakwah. Bahwa perkataan qotala mempunyai pula arti seperti tersebut di atas, ini diketemukan dalam Kamus Arab.

 Dalam kitab Nihayah, Kitab Kamus Hadits, di sana diuraikan bahwa kata-kata Qotalallohu Sa dan (yang makna aslinya, semoga Allah membunuh Sa'adj ini berarti dafallohu syarrahu, artinya "semoga Allah mengelakkan kejahatannya". Hadits tersebut dikutip sehubungan dengan peristiwa Tsaqifah. Selanjutnya, tatkala orang-orang membicarakan sumpah setia kepada dua Khalifah yang saling bermusuhan, salah seorang berkata sbb: uqtulul - akhira (makna aslinya, bunuhlah khalifah yang lain). Jika kita ingat akan Hadits lain yang ada hubungannya dengan Hadits tersebut; kita menemukan bukti lagi,

bahwa yang dimaksud membunuh Dajjal ialah menangkis kejahatannya.

Ada beberapa Hadits yang menerangkan bahwa barang-siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari fitnahnya Dajjal.

Ini becarti bahwa Dajjal bukan akan membunuh manusia, melainkan akan menyesatkan mereka dari jalan yang benar dengan menimbulkan keragu-raguan dalam batin mereka.

 Oleh sebab itu; supaya orang bisa selamat dari fitnahnya Dajjal, orang dianjurkan supaya membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Setidak-tidaknya jelas sekali bahwa Hadits ini sahih.

Fitnahnya Dajjal bukanlah berarti membunuh manusia, melainkan menyesatkan mereka dengan bisikan jahat dan menimbulkan keragu-raguan. Jika demikian itulah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal, maka cara pemberantasannya harus sama pula.

Bacalah sekali lagi Hadits berikut ini : "Demi Allah! Orang akan datang kepadanya (Dajjal) dengan keyakinan bahwa ia adalah mukmin, akan tetapi ia mengikuti dia; karena keragu-raguan yang ditimbulkan dalam batinnya".

"Makanan orang Mukmin pada zaman Dajjal adalah makanan para malaikat, yakni memuliakan dan memahasucikan Allah; maka barangsiapa di zaman itu memuliakan dan memaha-sucikan Allah, maka bagi dia, Allah akan menghilangkan kelaparan" (Kanzul'Ummal, jilid VII, halaman 2041 ).

"Barangsiapa berkata, Allah adalah Tuhanku, dan terus berbuat demikian sampai ia mati, Allah akan menyelamatkan dia dari fitnahnya Dajjal" (idem, jilid VII, halaman 2080).

"Sesungguhnya, Allah akan menyelamatkan orang Mukmin dengan hal yang sama seperti Allah menyelamatkan para malaikat, yakni dengan mengagungkan Allah" (idem, jilid VIII, hataman. 2090).

Dari Hadits-hadits tarsebut terang sekali bahwa orang mukmin akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal dengan jalan mengagungkan Allah.

Yang dimaksud makanan orang mukmin pada zaman fitnahnya Dajjal ialah makanan rohani; karena sebagaimana makanan jasmani itu dimaksud untuk memelihara tubuh, makanan rohani itu dimaksud untuk mamelihara jiwa.

Jadi Hadits tersebut menerangkan bahwa manusia akan diselamatkan dari kebejatan moral dan rohani yang dibuat oleh Dajjal dengan penyembuhan rohani, yakni zikir kepada Allah.

Memang benar bahwa ada sebuah Hadits yang menerangkan berperang melawan Parsi dan Romawi, akan tetapi Hadits ini mungkin mengisyaratkan Perang Salib, tatkala seluruh bangsa-bangsa Kristen dikerahkan untuk menghancurkan Islam dengan pedang: Satu hal sudah jelas, bahwa obat yang dapat menyembuhkan orang dari fitnahnya Dajjal yang berhubungan dengan masalah agama, itu bersifat rohani.

Dalam sebuah Hadits diterangkan bahwa jika pada waktu munculnya Dajjal Nabi SAW masih hidup, maka beliau akan mengalahkan Dajjal dengan dalil-dalil bahkan beliau menganjurkan agar para pengikut beliau juga berbuat demikian,

jika nanti Dajjal muncul sesudah beliau. Selanjutnya, beliau menganjurkan agar para pengikut beliau membaca Surat Al-Kahfi, yang isinya membahas ajaran Kristen dan sejarah agama Kristen, sudah barang tentu tujuan.beliau ialah agar para pengikut beliau mengumpulkan kekuatan rohani untuk menolak segala bujukan-bujukan duniawi yang disajikan oleh pihak Kristen.

Dalam Hadits lain Nabi SAW menganjurkan agar orang banyak berzikir kepada Allah, karena dengan jalan ini orang semakin dekat kepada Allah, dengan demikian ia memperoleh kekuatan rohani.

Datangnya Masih Mau'ud mempunyai tujuan yang sama, yakni menghidupkan kembali iman manusia, dan memperbaiki kembali rohani manusia, yang sudah kalut karena merajalelanya peradaban kebendaan. Jadi yang dimaksud membunuh Dajjal oleh Masih Mau'ud ialah, bahwa propaganda dan pengaruh Dajjal akan ditolak, dan orang-orang akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal.

DAJJAL DIBUNUH

DAJJAL DIBUNUH, TETAPI YA'JUJ WA MA'JUJ T'IDAK

Sebagaimana kami terangkan di atas,
Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj adalah dua macam sebutan untuk menamakan suatu bangsa. Mereka disebut Dajjal karena kebohongan dan penipuan mereka tentang hal agama, sedangkan sebutan Ya'juj wa Ma'juj karena mereka mempunyai kekuasaan politik.

Akan tetapi orang akan menjadi bingung mengenai Hadits yang menerangkan Masih Mau'ud akan membunuh Dajjal, menerangkan pula bahwa beliau tak dapat membunuh Ya'juj wa Ma'juj, padahal sebenarnya, jika Dajjal sudah dibunuh, dengan sendiri nya Ya'juj wa Ma'juj akan terbunuh. Namun Hadits itu berbunyi sbb: "Maka akan diwahyukan kepada al-Masih, bahwa aku telah menciptakan sebagian Hamba-Ku, yang tak seorangpun dapat membunuh mereka kecuali Aku sendiri" (Kanzul-' Ummal, jilid VII halaman. 3021 ). Hadits lain lagi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, berbunyi sbb : "Lalu orang akan datang kepada nabi lsa… Tatkala beliau dalam keadaan demikian, Allah bersabda kepada Nabi lsa: Aku telah menciptakan sebagian hamba-Ku yang tak seorangpun mempunyai kekuatan untuk mengalahkan mereka, maka dari itu bawalah hamba-hamba-Ku ke bukit. Dan Allah akan membangkitkan Ya'juj wa Ma'juj, dan mereka akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi". (Misykat, halaman 473). Sungguh aneh sekali, bahwa sekalipun Dajjal mati terbunuh, dan nafasnya Masih Mau'ud begitu ampuh hingga barang-siapa terkena nafas beliau, ia akan mati seketika itu juga, dan nafas beliau akan mencapai jarak sejauh penglihatan beliau, namun demikian, Ya'juj wa Ma'juj adalah begitu kuat hingga orang yang menyertai Al-Masih diperintahkan supaya mengungsi ke bukit. Bukan Ya'juj wa Ma'juj yang mati terbunuh oleh nafas Al-Masih, melainkan Al-Masih sendiri yang terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri dari kekuatan mereka yang tak terkalahkan, selanjutnya diterangkan bahwa Al-Masih pun tak mempunyai kekuatan untuk memerangi dan membunuh Ya'juj wa Ma'juj. Lalu, apakah untungnya membunuh Dajjal, jika bangsa yang lebih kuat daripada Dajjal (Ya'juj wa Ma'juj), akan menggantikan kedudukannya ? Akhirnya, setelah dipertimbangkan masak-masak, hanya ada satu kesimpulan bahwa yang dimaksud membunuh Dajjal bukanlah menyembelih seseorang, karena Dajjal bukanlah orang, melainkan segolongan bangsa, demikian pula bukanlah berarti membinasakan bangsa-bangsa itu, karena sebagaimana kami terangkan di atas, bangsa bangsa itu akan tetap ada sampai Hari Kiyamat, dan Al-Masih sendiri diberi tahu oleh Allah melalui wahyu-Nya, bahwa beliau tak dapat mengalahkan mereka. Semua itu menunjukkan seterang-terangnya bahwa kejahatan mereka di lapangan agama, disebut fitnahnya Dajjal, karena mereka menyesatkan manusia dari jalan benar dengan tipu muslihat mereka; sedangkanYa'juj wa Ma'juj memperlihatkan kejahatan mereka dalam bidang politik. Itulah sebabnya mengapa sekalipun Dajjal mati terbunuh, tetapi Ya'juj wa Ma'juj masih tetap hidup. Kini teranglah bahwa walaupun fitnah Dajjal dalam bidang agama telah dibasmi oleh Masih Mau'ud, namun kejahatan mereka dalam bidang politik tak dapat dibasmi. Untuk membasmi kejahatan mereka dalam bidang politik, akan dilakukan dengan kekuatan lain. Mungkin pembasmian dalam bidang ini akan dilakukan dengan jalan pertempuran diantara mereka sendiri, sebagaimana diuraikan dalam Al-Qur'an sbb: "Dan pada hari itu, kami akan membiarkan sebagian mereka (Ya'juj wa Ma'juj) bertempur melawan sebagian yang lain" (18:99). Dengan perkataan lain, mereka akan saling bertempur, sebagaimana telah mereka lakukan dalam dua Perang Dunia. Atau boleh jadi, sebagian besar bangsa-bangsa itu akan terhindar dari kehancuran karena mereka masuk Islam, hal ini diisyaratkan oleh suatu Hadits bahwa pada zaman akhir "matahari akan terbit di Barat", ini berarti bahwa kebenaran Islam akan nampak di kalangan bangsa-bangsa Barat. Bukanlah omong kosong bahwa dalam ru'yah Nabi SAW melhat Dajjal bertawaf mengelilingi Ka'bah, yang ini mengisyaratkan bahwa akhirnya bangsa-bangsa Eropa akan masuk Islam.

IA ADALAH PENGIKUTKU YANG TERDEKAT

NABI SAW BERSABDA: IA ADALAH PENGIKUTKU YANG TERDEKAT

Dewasa ini banyak kaum Muslimin, baik golongan terpelajar maupun bukan, terang-terangan menyatakan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj yang diriwayatkan dalam hadits itu tiada lain hanyalah bangsa-bangsa Eropa dan Amerika, yang terang-terangan mengaku mempunyai kekuasaan Ketuhanan, dan bahwa kendaraan mereka yang berupa kereta-api, adalah keledai Dajjal. Pada dewasa ini, banyak kaum Muslimin yang tak ragu-ragu lagi melukiskan bangsa-bangsa Eropa sebagai Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj.

Sebagai puncaknya, almarhum Sir Muhammad Iqbal, seorang pujangga Islam yang besar, mengabadikan pengertian ini dalam syairnya yang termasyhur sbb : "Bala tentara Ya'juj wa Ma'juj semuanya telah terlepas. Hendaklah mata kaum Muslimin melihat tafsirnya kata yansilun".
 "[Kata yansilun artinya mereka mengalir, adalah kata-kata terakhir ayat Al-Qur'an yang
menerangkan merajalelanya Ya'juj wa Ma'juj di dunia yang berbunyi sbb: "Sampai tatkala Ya'juj wa Ma'juj dilepas, mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi (21:96).

Mengenai hal ini, kami teringat akan pidato Sir Winston Churchill dalam suatu jamuan yang diadakan o1eh Wali Kota London di Guildhall (Gedung DPR), pada hari Jum'at tanggal 9 Nopember 1951, dalam rangka memasang kembali patung Gog and Magog (Ya'juj wa Ma'juj), yang antara lain berbunyi sbb : Agaknya mereka (Ya'juj wa Ma'juj) tidaklah menggambarkan keadaan politik dunia sekarang ini yang begitu buruk.

Politik dunia, seperti halnya sejarah Ya'juj wa Ma'juj, amatlah kacau dan banyak pertentangan. Namun menurut pikiran saya, masih saja memberi tempat kepada mereka. Di sebelah sini Ya'juj, dan di sebelah sana Ma'juj. Tetapi awas Wali Kota! Jika anda memasang patung itu kembali, jagalah jangan sampai mereka saling beradu; karena jika terjadi demikian, Ya'juj wa Ma'juj akan hancur berkeping-keping, dan kita akan mulai dari permulaan lagi, dan dimulai dari lubang yang paling bawah." (Majalah Times London, 10 Nop. 1931)…]

kita telah berhadapan dengan dajjal

kita telah berhadapan dengan dajjal

Sungguh aneh sekali bahwa orang yang dapat menerangkan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj itu sebenarnya bangsa Eropa, adalah orang desa biasa, orang pertapa yang sedikit sekali pengetahuannya tentang masalah dunia.

Setengah abad yang lalu tatkala penduduk dunia tak tahu sama sekali akan identitas Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj, bahkan orang tak menduga sama sekali bahwa bangsa-bangsa Eropa yang menguasai seluruh dunia dan yang menjajah negara kita adalah Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj yang diramalkan oleh Nabi SAW.

 Sebaliknya, orang berpikir bahwa Dajjal adalah makhluk aneh yang bermata satu, yang berkendaraan keledai yang aneh, yang membawa sorga dan neraka dan barang aneh lainnya.

 Pada saat orang-orang mempunyai pikiran semacam itu, Allah memberi tahu bahwa Dajjal dan Yajuj wa Ma'juj adalah bangsa-bangsa Eropa yang menguasai seluruh dunia, yang mata duniawinya gemerlapan bagaikan bintang dan yang mata rohaninya buta sama sekali.

Selain itu, walaupun seandainya ada yang tahu akan rahasia ini, iapun tak mempunyai keberanian untuk mengatakan itu. Orang-orang tak tahu bahwa mereka sedang berhadap-hadapan dengan Dajjal, bahkan mereka secara tak sadar menjadi korban tipu muslihat Dajjal